Alhamdulillah kabar saya baik-baik saja, sehat selalu, dan ceria selalu. Saya terkejut tiba-tiba Bapak memberi surat untuk saya. Saya bertanya-tanya apa sebenarnnya isi surat itu. Setelah saya membaca saya paham kenapa Bapak mengirim surat untuk saya. Kenapa Bapak tega meninggalkan pertemuan yang mulia tersebut? Apa Bapak tidak rindu dengan mahasiswa Bapak yang lucu-lucu ini? Oohh mungkin Bapak tidak rindu, saya tahu itu.
Saya membalas surat ini setelah saya pulang mengantarkan teman saya mencari kost. Sebenarnya saya sudah sangat lelah. Tetapi saya ingat dengan surat yang harus saya balas dari Bapak. Saya membalas surat ini dengan tidak terpaksa, karena saya membalasnya dengan posisi yang sangat nyaman dikamar kost saya.
Saya selalu bahagia kok pak, walau ada suatu hal yang membuat saya tidak bahagia saya akan tetap bahagia dan melupakan hal yang membuat saya tidak bahagia tersebut. Semoga kegiatan yang Bapak laksanakan di Jakarta tersebut berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. Saya tahu kenapa pesawat yang Bapak tumpangi berangkat dari stasiun. Mungkin karena pesawat yang Bapak tumpangi itu sedang terjebak nostalgia dengan kereta hingga pesawat lupa harus kembali ke bandara untuk mengantar Bapak dan teman-teman Bapak menuju Jakarta. Aduhhh garing ya pak?? Maaf saya tidak pandai melawak pak. Tapi tolong bapak tersenyum sedikit saja agar saya merasa senang bisa membuat Bapak tersenyum.
Maaf sebelumnya pak, tapi saya tidak suka makan indomie. Saya lebih suka makan mi Sedap karena porsinya yang lebih besar. Saya tidak keberatan dengan kalimat pada surat Bapak, karena begini malah lebih santai. Saya tidak ingin meminum obat sakit kepala yang saya butuhkab saat ini adalah obat pegal linu karena saat ini kaki saya pegal sekali. maaf curhat pak.
Sebenarnya saya tidak terlalu senang karena pada pertemuan kemarin Bapak tidak masuk, karena saya sudah sangats emangat untuk mengikuti kuliah Bapak. Begini pak sebenarnya saya tidak malas membaca, saya sangat sering membaca. Saya sering membaca cerita online melalui telepon saya yaitu cerita fanfiction. Apakah Bapak tau fanfiction? Itu adalah cerita yang sangat disukui oleh remaja-remaja terlebih jika mereka menyukai korea, karena dalam fanfiction tokohnya adalah idola k-pop. Karena saya adalah k-popers jadi saya sangat menyukai fanfiction. Kenapa saya tidak suka membaca media masa seperti koran atau majalah ya karena saya tidak tertarik. Saya lebih suka membaca yang di dalamnya terdapat ceritanya. Seperti fanfiction tadi pak. Lalu kenapa saya tidak beryterus-terang untuk bicara karena saya masih belum berani untuk mengutaran apa pendapat saya. Saya masih takut salah dan masih takut untuk menerima dikritik dari orang lain. Itulah jawaban saya pak.
Saya pribadi tidak merasa dipaksakan jika Bapak menyuruh kita untuk mebeli koran, membaca koran, atau mengkliping koran, karena memang itulah tugas kita sebagai mahsiswa untuk lebih sering membaca. Alasan saya, ya karena tidak terbiasa untuk membaca koran. Bapak tidak perlu minta maaf. Saya tidak mengomel-ngomel saat membaca surat dari Bapak, karena saya membaca surat Bapak sambil mendengarkan musik. Ya saya membaca surat Bapak malah dengan bernyanyi. Saya tidak akan membanting piring pak, karena saya hanya mempunyai satu piring di kos jadi jika saya membantingnya akan eman-eman.
Saya akan menjwab surat Bapak dengan sangat personal nantinya, dalam amplop dan dengan segel pula. tetapi saya masih bingung akan menggunakan segel daun pisang atau uang mainan. Tapi saya mohon maaf Bapak, saya menerima surat Bapak tidak berada dalam amplop.
Sejujurnya saya masih tidak tahu bagaimana caranya untuk memahami diri saya sendiri. Karena saya mesih sering bingung dengan diri saya sendiri. Motivasi saya untuk tetap kuliah yaitu karena saya sangat ingin membanggakan kedua orang tua saya nantinya, karena mereka sudah sangat berusaha untuk bisa menyekolahkan saya sampai saat ini. Saya sangat berharap jika suatu saat nanti saya akan membalas apa yang sudah diberikan orang tua saya untuk saya dengan cara membuat mereka bangga dengan mempunyai anak seperti saya. Bapak tidak perlu melakukan hal-hal tersebut karena suatu saat nanti kita akan sadar bahwa kita salah. Tapi jika Bapak mau membawa permen aneka rasa untuk kami, kami akan menerima dengan lapang dada.
Jujur sampai saat ini saya belum pernah membaca buku satu pun dari awal sampai akhir karena kebiasaan saya yang buruk. Yaitu saya sering membaca buku samapai tengah-tengah saja, tidak pernah sampai akhir. Jika saya membaca buku-buku itu sampai akhir saya sudah banyak membaca judul buku. Saya juga tidak tahu kenapa saya sering melakukan hal tersebut, mungkin karena jika saya sedang membaca buku tetapi melihat judul buku lain yang menarik saya akan meniggalkan buku tersebut dan membaca buku baru tersebut.
Mungkin itu saja balasan surat dari saya pak, apabila ada kekurangan saya mohon maaf. Terima kasih pak dosenku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar